Things that made me feel really thankful to Allah
Yap! sesuai dengan judul blog saya kali ini, saya akan membagi cerita kepada para pembaca tentang hal-hal yang membuat saya merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT. hal-hal tersebut terjadi baru-baru ini, dan saya baru menyadari kalau hal-hal tersebut patutlah saya syukuri belakangan ini. yaitu ketika saya baru saja menyelesaikan Ujian Nasional dan akan mencari universitas untuk kuliah. ketika itu hal yang pertama kita lakukan adalah memasukkan nilai-nilai dan data diri kita ke SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) dimana proses seleksi ini biasa kita sebut mahasiswa undangan. dalam seleksi ini yang dilihat adalah nilai-nilai rapor kita dari semesater 1 sampai semester 5. nah, disana lah terjadi kegelisahan pada diri saya. guru saya mengatakan kita bisa lulus SNMPTN jika nilai-nilai kita yang dari sem 1 smpai sem 5 nggak ada yang naik turun atau menurun, harus selalu naik. kalaupun naik turun, turunnya tidak boleh dalam jarak nilai yang jauh. setelah guru saya memberi tahu seperti itu, saya langsung melihat nilai-nilai saya di rapor, dan betapa cemasnya saya, ketika saya mengetahui bahwa nilai saya banyak yang naik turun,dan turunnya dengan jarak nilai yang lumayan jauh, seperti 4 atau 5 angka. karena itu, saya pun tidak merasa percaya diri saat memasukkan nilai-nilai saya ke SNMPTN. dengan berat hati saya lalui proses pemasukkan nilai dan data diri itu. setelah itu datanglah pengumuman apakah kita bisa masuk 50% dari siswa-siswa di sekolah untuk memiliki kesempatan berjuang lagi di tahap pemilihan universitas di SNMPTN. semua siswa dan teman-teman saya telah bersiap-siap memgang hp dan laptopnya masing-masing. sedangkan saya dengan tidak penuh harap saya merasa cuek dan tidak bersiap-siap sama sekali. bahkan pada waktu itu saya tidak tau websitenya. karena saya tidak berharap akan lulus. bahkan pada saat pengumuman tersebut saya malah sempat-sempatnya menonton variety show korea di hp saya. (heheheh). setelah pengumumannya keluar, saya meliihat ada teman saya yang bahagia dan ada yang kecewa. lalu datanglah salah seorang teman saya ke meja saya, dia nanya apakah saya lulus. dan saya dengan entengnya mengatakan tidak tahu dan belum membuka websitenya sama sekali. lalu teman saya tersebut membantu saya untuk membuka websitenya dan memasukkan user id dan password saya, setelah itu dia melihat pada webn tsb ada tulisan berwarna hijau yang mana itu menandakan lulus.dengan senang hati dia memperlihatkannya kepada saya. melihat hal itu saya sangat bersyukur kepada allah, saya telah diberi kesempatan diantara 50% siswa lainnya di sekolah utnuk lanjut ke tahap selanjutnya.
seterusnya kami yang telah lulus dipandu oleh guru untuk melakukan tahap memverifikasi nilai-nilai rapor dan pemilihan universitas dan jurusan. untuk pemilihan universtas kita dapat memilih 2 universitas, 1diluar provinsi kita, dan 1 lagi di dalam provinsi kita. dan untuk pemilihan jurusan kita dapat memilih 3 jurusan. nah,diwaktu pemilihan tersebut, saya sangat bingung karena saya dari awal tidak punya rencana ingin univ dan jurusan apa. yang pasti pada saat itu saya ingin sekali bisa kuliah keluar kota. setelah berfikir panjang dan sholat istikharah dan juga berkonsultasi kepada keluarga dan tempat bimbel, saya memutuskan pilihan saya untuk memilih universitas islam negeri syarif hidayatullah dan universitas andalas. ketika teman2 saya tau pilihan univ tersebut, mereka banyak yang heran kenapa saya tidak memilih UI atau UNPAD atau UGM kalau memang saya ingin kuliah diluar kota. saya bahkan tidak sempat terfikir untuk memilh 3 univ tersebut. saya bukan merasa kurang percaya diri atau saya merasa tidak sanggup untuk kuliah disana karena mahasiswa univ2 tersebut pintar2..bukan sama sekali...kenapa saya memilih UIN jakarta,karena univ tersebut meenyediakan paket komplit, dimana ilmu dunia kita dapat, dan ilmu akhirat pun kita dapat. seperti saya di waktu SMA, saya juga memilih MAN dibanding SMA.
lalu untuk pemilihan jurusan saya ditimpa kebingungan lagi, karena saya tidak pernah suka sekali kepada suatu pelajaran. saya hanya suka belajar bahasa korea. namun saya rasa jika saya memilih jurusan bahasa korea, saya tidak percaya diri dengan jurusan tsb, dimana lapangan pekerjaannya yang sedikit. karena itu, saya menghapus bahasa korea dalam pemilihan jurusan. setelah berkonsultasi kepada keluarga, bimbel, guru, dan teman2, semuanya merekomendasikan saya untuk memilih jurusan akuntansi. saya pun merasa tidak masalah dengan jurusan tsb, karena saya juga suka mempelajarinya, dan lapangan kerjanya yang insyaallah banyak. lalu saya juga mencoba milih jurusan hukum dan ekonomi pembangunan... dan akhirnnya saya pun berhasil memilih jurusan dan univ yang insyaalah sudah saya pikirkan berkali-kali. tibalah saat saya meemasukkan pilihan2 tsb. di pilihan pertama saya memilih UIN syarif hidayatullah dengan jurusan akuntansi, di pilihan kedua saya memilih UNAND dengan jurusan hukum dan ekonomi pembangunan.
saatnya datang tanggal 26 maret 2017, dimana 50% siswa-siswa tadi merasa jantungnya seakan copot, saya pun begitu. sebenarnya saya merasa deg-degan karena terbawa situasi. dibilang berharap pun saya tidak terlalu berharap karena saya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian tertulis SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri).saya bahkan telah belajar mati-matian karena saya tidak terpikir sama sekali dengan hasil SNMPTN tsb. pada hari itu, saya baru saja pulang les dan saya mampir ke sekolah untuk melihat persiapan perpisahan. saat itu telah terlihat jelas aura2 menegangkan dari teman-teman saya. saya yang terbawa situasi mencoba menenangkan diri dan tidak terlalu memikirkannya. pengumumannya akan keluar jam 2. sedangkan pada saat itu sudah jam 2 kurang seperempat. telah banyak saya lihat siswa2 memegang hp mereka..(kecuali saya). lalu saya pulang karena sudah dijemput oleh papa. dan papa nanya, apakah saya lulus atau tidak, karena jam sudah menunjukkan jam 2 lewat 10. dengan enteng saya menjawab kalau saya belum ngecek webnya sama sekali. mendengar hal itu papa dan kakak saya marah-marah karena sejujurnya mereka sangat berharap saya bisa lulus melalui proses SNMPTN ini. karena papa tidak ingin saya repot-repot ikut ujian tulis, dan ujian tulis itu juga mengeluarkan uang untuk pendaftarannya, jadi intinya papa ingin saya lulus melalui proses yang simple dan nggak banyak aturan2nya.
setibanya di rumah, kakak saya yang membukakan web nya di hp nya. saya cuma lanjut ganti baju dan membereskan sepatu dll. ketika kakak saya sudah berhasil membuka web dan memasukkan data diri saya, kakak saya sangat terkejut dan berteriak "alhamdulillah nuriiiiiii,,kamu lulus". mendengar hal itu saya pun terkejut merasa nggak percaya dan langsung keluar kamar dan melihatnya secara langsung. ternyata apa yang saya dengar dari kakak dan yang saya lihat sama. saya melihat tulisan berwarna hijau dan saya dinyatakan lulus di pilihan pertama di uin syarif hidayatullah jurusan akuntansi. melihat itu saya langsung bersyukur dan sujud syukur. seketika hari itu grup chat sekolah pun rame. banyak diantara teman2 saya yang tidak lulus. saya jadi bingung.saya pikir kenapa saya bisa lulus mungkin karena emang teman2 yang lain juga banyak yang lulus. ternyata setelah semua orang tau saya lulus, mereka mengucapkan selamat, dan merekea bilang mereka kecewa karena tidak lulus.
guru-guru pun juga memberikan selamat. dan HAL YANG PALING MEMBUAT SAYA SANGAT BERSYUKUR,adalah setelah saya mengetahui bahwa ternyata yang hanya lulus SNMPTN di jurusan saya hanya 5 orang. mendengar hal itu dalam hati saya mengucapkan syukur berkali-kali.
saya merasa semua ini karena saya yang beruntung daripada teman2 saya. saya merasa semua ini pure cuma karena keberuntungan semata. karena banyak teman2 yang nilainya lebih tinggi daripada saya yang tidak lulus. dari sana lah saya berfikr bahwa allah telah memberikan saya kesempatan dan keberuntungan kepada saya. maka dari itu saya tidak lupanya untuk selalu bersykur.
ketika hari dimana ujian tulis sbmptn dimulai semua orang mempersiapkan yang terbaik dan melakukan yang terbaik agar mereka lulus. meelihat kegelisahan dan kekhawatiran mereka itu, membuat saya lebih bersyukur lagi karena disaat yang lain sedang gelisah dan khawatir saya sudah selesai daftar ulang dan hanya tinggal menunggu waktu ospek. dan saya tidak perlu repot2 mempersiapkan ini itu pada waktu itu. alhamdulillah sekali, ini semua semata-mata karena bantuan dari allah swt.
dan itulah HAL-HAL YANG MEBUAT SAYA MERASA SANGAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH pada saat ini.
Those are the things that made me feel really thankful to Allah
(semoga menginspirasi.....don't forget to always give thanks to Allah)
seterusnya kami yang telah lulus dipandu oleh guru untuk melakukan tahap memverifikasi nilai-nilai rapor dan pemilihan universitas dan jurusan. untuk pemilihan universtas kita dapat memilih 2 universitas, 1diluar provinsi kita, dan 1 lagi di dalam provinsi kita. dan untuk pemilihan jurusan kita dapat memilih 3 jurusan. nah,diwaktu pemilihan tersebut, saya sangat bingung karena saya dari awal tidak punya rencana ingin univ dan jurusan apa. yang pasti pada saat itu saya ingin sekali bisa kuliah keluar kota. setelah berfikir panjang dan sholat istikharah dan juga berkonsultasi kepada keluarga dan tempat bimbel, saya memutuskan pilihan saya untuk memilih universitas islam negeri syarif hidayatullah dan universitas andalas. ketika teman2 saya tau pilihan univ tersebut, mereka banyak yang heran kenapa saya tidak memilih UI atau UNPAD atau UGM kalau memang saya ingin kuliah diluar kota. saya bahkan tidak sempat terfikir untuk memilh 3 univ tersebut. saya bukan merasa kurang percaya diri atau saya merasa tidak sanggup untuk kuliah disana karena mahasiswa univ2 tersebut pintar2..bukan sama sekali...kenapa saya memilih UIN jakarta,karena univ tersebut meenyediakan paket komplit, dimana ilmu dunia kita dapat, dan ilmu akhirat pun kita dapat. seperti saya di waktu SMA, saya juga memilih MAN dibanding SMA.
lalu untuk pemilihan jurusan saya ditimpa kebingungan lagi, karena saya tidak pernah suka sekali kepada suatu pelajaran. saya hanya suka belajar bahasa korea. namun saya rasa jika saya memilih jurusan bahasa korea, saya tidak percaya diri dengan jurusan tsb, dimana lapangan pekerjaannya yang sedikit. karena itu, saya menghapus bahasa korea dalam pemilihan jurusan. setelah berkonsultasi kepada keluarga, bimbel, guru, dan teman2, semuanya merekomendasikan saya untuk memilih jurusan akuntansi. saya pun merasa tidak masalah dengan jurusan tsb, karena saya juga suka mempelajarinya, dan lapangan kerjanya yang insyaallah banyak. lalu saya juga mencoba milih jurusan hukum dan ekonomi pembangunan... dan akhirnnya saya pun berhasil memilih jurusan dan univ yang insyaalah sudah saya pikirkan berkali-kali. tibalah saat saya meemasukkan pilihan2 tsb. di pilihan pertama saya memilih UIN syarif hidayatullah dengan jurusan akuntansi, di pilihan kedua saya memilih UNAND dengan jurusan hukum dan ekonomi pembangunan.
saatnya datang tanggal 26 maret 2017, dimana 50% siswa-siswa tadi merasa jantungnya seakan copot, saya pun begitu. sebenarnya saya merasa deg-degan karena terbawa situasi. dibilang berharap pun saya tidak terlalu berharap karena saya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian tertulis SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri).saya bahkan telah belajar mati-matian karena saya tidak terpikir sama sekali dengan hasil SNMPTN tsb. pada hari itu, saya baru saja pulang les dan saya mampir ke sekolah untuk melihat persiapan perpisahan. saat itu telah terlihat jelas aura2 menegangkan dari teman-teman saya. saya yang terbawa situasi mencoba menenangkan diri dan tidak terlalu memikirkannya. pengumumannya akan keluar jam 2. sedangkan pada saat itu sudah jam 2 kurang seperempat. telah banyak saya lihat siswa2 memegang hp mereka..(kecuali saya). lalu saya pulang karena sudah dijemput oleh papa. dan papa nanya, apakah saya lulus atau tidak, karena jam sudah menunjukkan jam 2 lewat 10. dengan enteng saya menjawab kalau saya belum ngecek webnya sama sekali. mendengar hal itu papa dan kakak saya marah-marah karena sejujurnya mereka sangat berharap saya bisa lulus melalui proses SNMPTN ini. karena papa tidak ingin saya repot-repot ikut ujian tulis, dan ujian tulis itu juga mengeluarkan uang untuk pendaftarannya, jadi intinya papa ingin saya lulus melalui proses yang simple dan nggak banyak aturan2nya.
setibanya di rumah, kakak saya yang membukakan web nya di hp nya. saya cuma lanjut ganti baju dan membereskan sepatu dll. ketika kakak saya sudah berhasil membuka web dan memasukkan data diri saya, kakak saya sangat terkejut dan berteriak "alhamdulillah nuriiiiiii,,kamu lulus". mendengar hal itu saya pun terkejut merasa nggak percaya dan langsung keluar kamar dan melihatnya secara langsung. ternyata apa yang saya dengar dari kakak dan yang saya lihat sama. saya melihat tulisan berwarna hijau dan saya dinyatakan lulus di pilihan pertama di uin syarif hidayatullah jurusan akuntansi. melihat itu saya langsung bersyukur dan sujud syukur. seketika hari itu grup chat sekolah pun rame. banyak diantara teman2 saya yang tidak lulus. saya jadi bingung.saya pikir kenapa saya bisa lulus mungkin karena emang teman2 yang lain juga banyak yang lulus. ternyata setelah semua orang tau saya lulus, mereka mengucapkan selamat, dan merekea bilang mereka kecewa karena tidak lulus.
guru-guru pun juga memberikan selamat. dan HAL YANG PALING MEMBUAT SAYA SANGAT BERSYUKUR,adalah setelah saya mengetahui bahwa ternyata yang hanya lulus SNMPTN di jurusan saya hanya 5 orang. mendengar hal itu dalam hati saya mengucapkan syukur berkali-kali.
saya merasa semua ini karena saya yang beruntung daripada teman2 saya. saya merasa semua ini pure cuma karena keberuntungan semata. karena banyak teman2 yang nilainya lebih tinggi daripada saya yang tidak lulus. dari sana lah saya berfikr bahwa allah telah memberikan saya kesempatan dan keberuntungan kepada saya. maka dari itu saya tidak lupanya untuk selalu bersykur.
ketika hari dimana ujian tulis sbmptn dimulai semua orang mempersiapkan yang terbaik dan melakukan yang terbaik agar mereka lulus. meelihat kegelisahan dan kekhawatiran mereka itu, membuat saya lebih bersyukur lagi karena disaat yang lain sedang gelisah dan khawatir saya sudah selesai daftar ulang dan hanya tinggal menunggu waktu ospek. dan saya tidak perlu repot2 mempersiapkan ini itu pada waktu itu. alhamdulillah sekali, ini semua semata-mata karena bantuan dari allah swt.
dan itulah HAL-HAL YANG MEBUAT SAYA MERASA SANGAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH pada saat ini.
Those are the things that made me feel really thankful to Allah
(semoga menginspirasi.....don't forget to always give thanks to Allah)
Komentar
Posting Komentar